Hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Landih pada Jumat, 9 Januari 2026 sekitar pukul 15.00 WITA mengakibatkan longsor di bahu jalan Boni Landih menyebabkan sebagian jalan tergerus masuk ke jurang. Laporan cepat dari warga segera ditindaklanjuti oleh pemerintah desa.
Sebagai bentuk respons, Perbekel Landih bersama perangkat desa dan didampingi Bhabinkamtibmas melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada Senin, 12 Januari 2026. Kehadiran mereka bertujuan memastikan kondisi jalan, menilai tingkat kerusakan, sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat. Dalam peninjauan tersebut, aparat desa bersama Bhabinkamtibmas menghimbau pengguna jalan untuk berhati-hati.
Selain itu, pemerintah desa berkoordinasi dengan warga sekitar untuk melakukan penanganan awal longsor secara gotong royong. dimana masyarakat langsung gotong royong memasang terpal dan menanam tanaman penyangga untuk mencegah erosi sementara Langkah ini dilakukan sembari menunggu penanganan teknis dari dinas terkait. Pemerintah desa juga menyiapkan rencana tindak lanjut, mulai dari pemasangan tanda peringatan di lokasi longsor, pelaporan resmi kepada Dinas Terkait, hingga rencana jangka panjang berupa perbaikan struktur bahu jalan dan penghijauan di sekitar lokasi guna mencegah erosi.
Peninjauan ini menegaskan komitmen pemerintah desa dan aparat keamanan dalam menjaga keselamatan masyarakat. Kejadian longsor di Jalan Boni Landih menjadi pengingat bahwa wilayah perbukitan rawan terhadap bencana saat musim hujan, sehingga kesiapsiagaan dan langkah pencegahan harus terus ditingkatkan demi keselamatan bersama.