Dalam rangka memuliakan kelestarian alam sekaligus merayakan hari suci Tumpek Wariga, Pemerintah Desa Landih melaksanakan serangkaian kegiatan spiritual dan aksi peduli lingkungan. Rangkaian kegiatan ini merupakan wujud syukur atas karunia alam, khususnya tumbuh-tumbuhan yang menjadi sumber kehidupan bagi umat manusia.
Kegiatan diawali pada pagi hari dengan pelaksanaan persembahyangan bersama yang bertempat di Padmasana Kantor Desa Landih. Sembahyang ini diikuti oleh seluruh jajaran perangkat desa beserta staf. Prosesi ini ditujukan untuk memuja keagungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Sang Hyang Sangkara (dewa pemelihara tumbuh-tumbuhan), memohon keselamatan, kesuburan, dan keseimbangan alam semesta.
Setelah persembahyangan di kantor desa rampung, agenda dilanjutkan dengan aksi nyata pelestarian lingkungan, yakni penanaman bibit pohon yadnya. Kegiatan penanaman ini dilaksanakan di area Pura Dalem Desa Adat Penaga.
Dalam pelaksanaannya, jajaran Pemerintah Desa Landih bersinergi dan bergotong royong langsung dengan para Prajuru Adat Desa Penaga. Pemilihan bibit pohon yadnya (seperti cempaka, kelapa gading, atau sandat) bertujuan ganda. Selain untuk penghijauan dan menjaga daerah resapan air di kawasan suci pura, kelak bunga, daun, atau kayu dari pohon-pohon tersebut dapat dimanfaatkan secara langsung oleh krama (warga) untuk mendukung berbagai keperluan sarana upacara keagamaan.
Kegiatan peringatan Tumpek Wariga ini menjadi cerminan nyata dari penerapan filosofi Tri Hita Karana, khususnya Palemahan (hubungan harmonis manusia dengan alam) dan Parahyangan (hubungan manusia dengan Tuhan). Sinergi yang apik antara pemerintahan desa dinas dan desa adat dalam kegiatan ini juga diharapkan dapat terus berlanjut untuk program-program pembangunan dan pelestarian lingkungan lainnya di Desa Landih.